Indonesia-Norwegia Akan Kerjasama Kembangkan Listrik Energi Air

EBTKE– Pemerintah Indonesia dan Norwegia akan meneken perjanjian nota kesepahaman (Momerandum of Understanding/MoU) untuk kerjasama dibidang pembangkitan tenaga listrik air. Hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Sesditjen EBTKE) Djadjang Sukarna disela acara Indonesia-Norwegia Strategic Partnership In Business Jakarta, Selasa, 27 November 2012.”Kami akan meneken perjanjian dengan Norwegia untuk pengembanga listrik tenaga air,”kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal EBTKE, Jarman mengatakan saat ini pemerintah memang tengah gencar mendorong pengembangan energi baru terbarukan terutama yang berbasis energi panas bumi dan air.”Terbukti, dalam program percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua 70 persen pembangkit yang akan dikembangkan berasal dari energi baru terbarukan khususnya panas bumi dan air,”tegasnya.

Menurut dia, air dan panas bumi merupakan bagian terpenting dari rencana pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia, dimana hingga kini kapasitas terpasang untuk pembangkit listrik bertenaga air mencapai 6.654,29 Megawatt (MW) sedangkan untuk panas bumi baru mencapai 1.226 MW.

Air dan panas bumi, sambungnya, juga menjadi bagian terpenting dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, dimana dalam masterplan tersebut terbagi menjadi enam koridor ekonomi yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara ,Maluku, Papua dan juga Papua Barat. “Pada 2025, target secara keseluruhan ditargetkan kapasitas terpasang pembangkit berenergi air bisa mencapai 16,799.2 MW sementara untuk panas bumi pada tahun yang sama dapat mencapai 12.000 MW,”papar Jarman.

Sedangkan untuk program percepatan listrik tahap kedua sendiri, Jarman menjelaskan, pemerintah menargetkan dapat beroperasi 4.925 MW pembangkit panas bumi.”Pemerintah Indonesia berusaha menjadikan energi baru terbarukan menjadi energi utama menggantikan fosil,”tegas Jarman.

Guna mewujudkan target tersebut, lebih lanjut dia mengungkapkan, pemerintah telah menyusun rencana bauran energi mix, dimana pada tahun 2020 ditargetkan penggunaan energi baru terbarukan bisa memningkat hingga 15 persen sedangkan pada tahun 2025 bisa menembus angka 25 persen.”2010 penggunaan energi baru terbarukan baru mencapai 5,9 persen,”pungkasnya.(ferial)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: