Teknologi Untuk Turunkan Elastisitas Energi

EBTKE– Penggunaan energi Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain di Asia masih sangat boros, guna`mengatasi persoalan tersebut, pemerintah telah mencanangkan target menurunkan tingkat elastisitas energi kurang dari satu pada 2025.

Melalui Balai Besar Teknologi Energi (B2TE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi memberikan rekomendasi terkait dengan macam teknologi yang harus dikembangkan dan diterapkan untuk mencapai target tersebut.”Selain itu BPPT juga telah menyusun roadmap teknologi efisiensi energi yang meliputi pemakaian lampu swabalast, compressor cooling water dan condensate return recovery system di industri,” ujar Kepala BPPT Marzan Iskandar dalam acara Energy Partners Gathering 2012 yang diselenggarakan oleh B2TE di Jakarta seperti dikutip dalam siaran pers BPPT, Kamis, 06 Desember 2012.

Menurut dia, BPPT  telah banyak penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi di sektor energi yang sudah dan sedang dilakukan oleh BPPT dalam rangka membantu ketersediaan energi nasional. Diantaranya pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil, teknologi batubara bersih seperti kajian PLTU efisiensi tinggi dengan batubara peringkat rendah, gasifikasi batubara, kajian teknologi kogenerasi untuk industri dan perhotelan bahan bakar nabati, pengembangan teknologi DME untuk subsitusi LPG dan minyak tanah rumah tangga serta pengembangan PLTS baik yang off-grid maupun yang on-grid.

Terkait dengan pengembangan teknologi energi yang berwawasan lingkungan, sambung Marzan, saat ini BPPT memiliki dua kegiatan yaitu Wind Hybrid Power Generation (WhyPGen) dan Microtubine Cogeneration Technology Application Project (MCTAP). “Kedua kegiatan ini merupakan proyek kerjasama antara B2TE – BPPT dengan United Nations Development Programme (UNDP) yang dibiayai oleh Global Environment Facility(GEF),”tuturnya.

Marzan menjelaskan, WhyPGen bertujuan untuk mendorong komersialisasi pembangkit listrik tenaga angin yang dihibrid dengan sumber energi lain sedangkan MCTAP bertujuan untuk memperkenalkan teknologi dan mendorong penyebaran aplikasi MCTAP yang merupakan teknologi kogenerasi dengan sumber panas buang dari gas turbin kurang dari 1 MW (turbin-mikro).

Dalam kesempatan  tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara BPPT dengan PT Telekomunikasi Seluler mengenai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Energi Dalam Rangka Mendukung Pengembangan Telekomunikasi. Serta penandatanganan Kerjasama antara B2TE dengan Politeknik Negeri Samarinda tentang Kerjasama di bidang Riset, Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Energi dan PT Telekomunikasi Seluler tentang Pengkajian Dan Penerapan Teknologi Energi Dalam Rangka Mendukung Pengembangan Telekomunikasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala B2TE BPPT, Soni S Wirawan mengungkapkan pihaknya  juga  melakukan kajian peralatan hemat energi dalam rangka mendukung program pemerintah mengenai pemberian label tingkat hemat energi pada lampu swabalast atau lampu hemat energi. “Lampu swabalast tergolong hemat energi karena 5 watt lampu swabalast setara dengan 18 watt lampu pijar.Kalau di seluruh Indonesia menggunakan lampu hemat energi, berarti terjadi penghematan Rp 700 miliar per tahun,” pungkas Soni.(ferial)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: